LSM PEKO Sorot Dugaan Kecurangan Seleksi PPK, BAWASLU : Jangan Hanya Menduga-Duga Silahkan Laporkan

Iklan Semua Halaman

LSM PEKO Sorot Dugaan Kecurangan Seleksi PPK, BAWASLU : Jangan Hanya Menduga-Duga Silahkan Laporkan

Staff Redaksi
Kamis, 22 Desember 2022

 


JURNALIS NUSANTARA-1.COM|MUSI RAWAS, SUMSEL-- Indikasi adanya dugaan gratifikasi dalam rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan semakin merebak di tengah masyarakat, pemberitaan mengenai informasi tersebut kini tersebar luas hingga menjadi topik hangat. 


Jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Musi Rawas yakni berjumlah 70 orang, yang terbagi 5 orang di setiap Kecamatan dari total 14 Kecamatan yang ada. Beredar informasi bahwa bahwa ada salah satu dari sekian peserta yang tidak lulus menjadi PPK inisial MM mengungkapkan, dirinya pernah ditawarkan dari oknum calo yang meminta mahar senilai Rp. 50 Juta untuk memuluskan jalan menjadi PPK.


“Isu ini sangat jelas terdengar oleh kami peserta yang ikut tes PPK, saya sempat ditawarkan oleh oknum calo dari KPU Musi Rawas, kalau mau jadi siapkan uang Rp. 50 Juta. Dengan tegas jawab saya tidak sanggup karena saya tidak punya uang segitu,” beber MM.


Merebaknya isu ini menarik simpati dari Koordinator LSM Pelawe Kompak (PEKO) Andi Lala, ia sangat menyayangkan adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi tersebut, Aktivis dengan jargon "Terlahir Untuk Berteriak dan Bersuara" ini meminta BAWASLU Kabupaten Musi Rawas segera mengambil sikap dengan mengusut kebenaran informasi tersebut. Jangan sampai Marwah dan jejujuran KPU Kabupaten Musi Rawas dalam  menyukseskan Pemilihan Umum yang jujur dan adill justru menjadi citra buruk di mata masyarakat.


"Saya mendesak BAWASLU Kabupaten Musi Rawas untuk mengusut tuntas adanya dugaan-dugaan kecurangan, yang dilakukan oleh oknum di tubuh KPU Kabupaten Musi Rawas. Karena beberapa waktu lalu sudah ada permintaan dari BAWASLU Provinsi Sumatera Selatan untuk segera ditindaklanjuti," ujar Andi Lala Kamis, (22/12/2022).



Menanggapi informasi tersebut, Ketua Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Musi Rawas Oktureni Shandra mengatakan, silahkan masyarakat melaporkan kepada BAWASLU dengan membawa bukti-bukti pendukung karena kita standby menerima laporan jika memang ada dugaan seperti yang dikemukakan di atas, ini akan dijadikan informasi awal bagi BAWASLU Musi Rawas untuk menentukan sikap.


"Silahkan laporkan, Karena tidak mungkin hanya menduga-duga, dan informasi ini menjadi informasi awal bagi BAWASLU. Jika memang terbukti tentu saja bisa dikenakan sanksi etik dan sanksi sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku," ujarnya


Namun, sampai dengan saat ini awak media masih bingung mengenai sulitnya mendapat konfirmasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas, dengan dalil menunggu Ketua yang masih dalam perjalanan dinas ke luar Kota. (*)

close
Info Pasang Iklan