LSM BAPAK Tuding DPUCK-TRP Musi Rawas Hamburkan Anggaran Dengan Gelar Sosialisasi Kurang Tepat Sasaran

Iklan Semua Halaman

LSM BAPAK Tuding DPUCK-TRP Musi Rawas Hamburkan Anggaran Dengan Gelar Sosialisasi Kurang Tepat Sasaran

Staff Redaksi
Sabtu, 08 Oktober 2022


JURNALIS NUSANTARA-1.COM|MUSI RAWAS, SUMSEL-- Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) mengenai Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan (PUCKTRP) Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, yang bertempat di Hotel Dewinda Lubuklinggau. Kamis, (06/10/2022). Menuai kritik keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Pemuda Anti Korupsi (BAPAK). 


Koordinator LSM BAPAK Soni, mengkritik rencana pelaksanaan Kegiatan tersebut lantaran biaya kegiatan konsultasi yang dikeluarkan menelan anggaran kurang lebih Rp. 385.000.,- tentu angka tersebut sangat besar jika hanya digunakan untuk kegiatan sosialisasi atau sejenisnya dalam kurun waktu setengah hari saja. LSM BAPAK mempertanyakan dengan tegas apakah sudah wajar untuk kegiatan sosialisasi seperti ini menghabiskan anggaran yang sangat besar, kemudian dari mana sumber dana tersebut berasal.


"Alasan kami menyoroti dan mengkritik kegiatas sosialisasi ini, karena anggaran yang dikeluarkan sangat besar. Dari mana sumber dana ini dan apa yang dihasilkan dari kegiatan sosialisasi tersebut,"  ujar Soni. Kamis, (06/10/2022).


Di saat Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sedang mengalami defisit anggaran yang cukup besar. Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan (PUCKTRP) malah menghamburkan anggaran yang banyak, dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) mengenai Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Tentu ini seakan terbalik dengan kondisi yang ada di Kabupaten Musi Rawas saat ini.


“Kami menduga kegiatan sosialisasi ini hanya menghamburkan uang, karena saat ini Pemkab Musi Rawas masih tidak jelas dalam penegakan RT dan RW. Masih banyak Perumahan dan pedagang yang masih melanggar Tata Ruang seperti di Muara Beliti. Harusnya hal demikian dibongkar dan disosialisasikan kepada masyarakat,” tutup Soni. (Rls)

close
Info Pasang Iklan