Jaksa Hadirkan Kamaruddin Simanjuntak Dalam Sidang Terdakwa Bharada E

Iklan Semua Halaman

Jaksa Hadirkan Kamaruddin Simanjuntak Dalam Sidang Terdakwa Bharada E

Staff Redaksi
Selasa, 25 Oktober 2022




JURNALIS NUSANTARA-1.COM | JAKARTA--Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam sidang terdakwa Bharada Richard Eliezer (Bharada E). 


Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap alasan Kamaruddin dihadirkan menjadi saksi pertama, apa itu?

"Dia dianggap tahu pada saat peti jenazah datang, kondisi jenazah dan lain-lain," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat dihubungi, Selasa (25/10/2022).


Ketut mengatakan saksi yang dihadirkan ke persidangan tidak harus yang mengalaminya sendiri, tetapi bisa juga yang mengetahui adanya informasi. Hal itu seperti tertuang dalam Putusan MK Nomor 65/PUU-VIII/2010.


"Yang jadi Saksi tidak harus yang mendengar, melihat, dan mengalami, bisa juga yang mengetahui informasi tersebut, mengacu pada putusan MK, makna perluasan saksi," tutur Ketut.


"Putusan MK No 65/PPU-VIII/2010, jadi Saksi itu tidak hanya mereka yang melihat, mendengar, dan mengalami suatu tindak pidana, tapi juga mereka yang mengetahui informasi dari orang lain bisa menjadi alat bukti petunjuk asal ada persesuaian dengan alat bukti lain yang diajukan," katanya.


Kamaruddin Klaim Investigasi Sendiri soal Kasus Yosua

Sebelumnya, persidangan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dengan agenda pemeriksaan saksi dimulai. Saksi pertama adalah pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak.


Jaksa menanyai seputar hasil investigasi Kamaruddin Simanjuntak tentang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Kamaruddin mengklaim dia melakukan investigasi mandiri untuk menelusuri kasus Yosua.


"(Investigasi) sejak menerima kuasa pada tanggal 13 Juli tetapi saya sudah yakin pembunuhan berencana," kata Kamaruddin dalam sidang. 


Investigasi mandiri itu dia lakukan pada 13 Juli setelah menerima surat kuasa. Kamaruddin mengatakan jenazah Yosua tiba di rumah duka di Jambi pada 9 Juli malam.


Saat jenazah Brigadir J tiba di rumah duka, pihak keluarga sempat dilarang membuka peti jenazah Brigadir J. Akhirnya pihak keluarga tidak mau menerima apabila tidak diizinkan membuka jenazah Brigadir J. Pada 12-13 Juli, jenazah Brigadir J dibuka hingga akhirnya jenazah Brigadir J diautopsi.(yld/dhn)


close
Info Pasang Iklan