Dituduhkan Koordinir Santri Menjadi Pengemis, Pimpinan Ponpes Mazro Illah Lubuklinggau Malah Do'akan Penuduh Agar Sadar

Iklan Semua Halaman

Dituduhkan Koordinir Santri Menjadi Pengemis, Pimpinan Ponpes Mazro Illah Lubuklinggau Malah Do'akan Penuduh Agar Sadar

Staff Redaksi
Senin, 31 Oktober 2022

 

JURNALIS NUSANTARA-1.COM|LUBUKLINGGAU, SUMSEL-- Pimpinan Pondok Pesantren Mazro Illah Kota Lubuklinggau, KG H Moch Atiq Fahmi, Lc., M.Ag, menganggapi informasi terkait dengan santri Pondok Pesantren Mazro Illah yang dituduhkan menjadi pengemis, karena meminta-minta membawa proposal kepada calon donatur untuk ikut membantu menyukseskan kegiatan Mega Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam Tahun 2022. 


KG H Moch Atiq Fahmi menjelaskan, bahwa para santri yang sudah dibekali dengan akal, fisik dan spiritual ini diberi tanggung jawab untuk mengajak masyarakat berbuat dengan sedekah sedikit dari pada harta mereka yang peruntukan nya untuk memeriahkan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam. Adapun yang tidak mau diajak maka tidak ada pemaksaan karena bukan untuk kepentingan pribadi dari satu pihak.


Para santri ini, alhamdulillah telah siap dengan semua tantangan yang ada tersebut. Orang-orang seperti mereka ini  hanya melihat dari kulitnya saja karena belum pernah mereka bertanya untuk apa semua ini apa tujuan nya, sehingga tidak bisa mempertanggung jawabkan tuduhan mereka sendiri. Karena pada dasarnya jangan kan saya dan para santri, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam saja pernah dituduhkan seorang penipu, penyihir dan pemecah belah kaum. Acara kita juga semuanya untuk kebaikan umat ada donor darah, bakti sosial, sunat masal dan lainnya, jadi sama sekali tidak hanya keuntungan pribadi satu sisi. 


"Saya Pimpinan Pondok Pesantren Mazro Illah, dalam hal ini sebenarnya tidak ingin berkomentar banyak. Saya mendoakan semoga orang seperti ini sadar dan dapat memahami akan ucapan nya, dan saya mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala jika saya terdapat melakukan kelalaian ataupun kesalahan dalam hal ini." Ungkap KG H Moch Atiq Fahmi. Senin, (31/10/2022).



close
Info Pasang Iklan