Telan Korban Anak Dibawah Umur, MUI Kota Lubuklinggau Kecam Pelaku Homo Seksual

Iklan Semua Halaman

Telan Korban Anak Dibawah Umur, MUI Kota Lubuklinggau Kecam Pelaku Homo Seksual

Staff Redaksi
Jumat, 16 September 2022

 

JURNALIS NUSANTARA-1.COM|LUBUKLINGGAU, SUMSEL-- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau soroti peristiwa tindak asusila penyimpangan penyuka sesama jenis yang dilakukan Herman oknum mantan perawat RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau yang memakan korban anak dibawah umur.


Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (15/09/2022) malam yang dilakukam pelaku Herman terhadap keluarga pasien rawat inap di salah satu ruang RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, saat ini pelaku telah diamankan oleh petugas berwenang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan pelaku juga telah diberikan tindakan tegas berupa pemberhentian oleh RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.


Menanggapi peristiwa tersebut Wakil Ketua III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau KG H. Moch Atiq Fahmi, Lc., M.Ag, menjelaskan bahwa perilaku penyimpangan manusia penyuka sesama jenis ini sangat Allah hinakan dan telah ditunjukkan hukuman berat bagi pelaku kaum Luth tersebut. Perilaku penyimpangan penyuka sesama jenis tidak layak untuk diberikan kehormatan dan mencerminkan perilaku sangat buruk melebihi perilaku hewan.


"Berbicara masalah manusia penyuka sesama jenis ini sudah sangat jelas terdapat pada surah Hud, cukup menjadi pelajaran bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala sangat menghinakan perilaku seperti ini, dimana Allah telah menunjukkan hukuman bagi pelaku penyuka sesama jenis yang sungguh hina dan tak layak untuk diberikan kehormatan. Sejatinya mereka bukan manusia melainkan hanya berwujud manusia. Namun pikiran, hati dan perlakuan mereka lebih hina daripada hewan," jelas Atiq Fahmi. Jum'at, (16/09/2022).


Ditambahkan KG H Atiq Fahmi, perilaku seperti ini  harus dibuang jauh dari masyarakat dan Pemerintah harus lebih tegas dalam menangkal perilaku kaum Luth ini yang tanpa kita sadari sekarang mulai berkembang luas di tengah masyarakat kita. Ini menjadi tanggung jawab semua umat untuk membentengi diri dan masyarakat dari orang-orang dengan perilaku buruk seperti ini, karena para pelaku dan korbannya akan terus memakan korban baru secara terus menerus tiada henti.


"Perilaku ini lagi-lagi tidak ada ubahnya dengan kaum Luth terdahulu dan harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan masyarakat karena sangat berbahaya. Semoga Pemerintah kita semakin mempertegas dan melarang hal semacam ini terus berkembang ditengah masyarakat. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu melindungi kita dan anak-anak kita," tutup Atiq Fahmi. (Yuyung)

close
Info Pasang Iklan