Pelayanan RS AR-Bunda Diduga Buruk, Keluarga Pasien di Lubuklinggau Protes Dengan Bawa Pasien Pulang ke Rumah

Iklan Semua Halaman

Pelayanan RS AR-Bunda Diduga Buruk, Keluarga Pasien di Lubuklinggau Protes Dengan Bawa Pasien Pulang ke Rumah

Staff Redaksi
Kamis, 15 September 2022

 

JURNALIS NUSANTARA-1.COM|LUBUKLINGGAU, SUMSEL-- Salah satu keluarga pasien rawat inap atas nama Yusriati mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit AR-Bunda Lubuklinggau yang dituding kurang profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien. 


Indra sena anak kandung dari pasien Yusriati menyampaikan sangat kecewa terhadap lambannya pelayanan tenaga kesehatan Rumah Sakit AR-Bunda Lubuklinggau, karena menunda-nunda jadwal operasi terhadap pasien sehingga membuat pasien menunggu lama. 


"Berdasarkan rujukan sebelumnya jadi ibu dari IGD akan dirawat dulu selama satu malam di ruang rawat inap, baru besok paginya (Rabu, 14/09/2022) akan dijadwalkan operasi. 

sejak masuk ruang IGD jam 4 sore kemarin baru mendapat ruang inap pada jam 9 malam, setelah mendapat ruang inap ibu disuruh puasa oleh pihak rumah sakit untuk mempersiapkan diri menjalani operasi. Karena besoknya (Rabu, 14/09/2022) dijadwalkan akan operasi jam 10 pagi,"


"Rabu besoknya jam 10 pagi pasien sudah siap menjalankan operasi sesuai jadwal, ketika saya tanyakan ke perawat kapan akan dilaksanakan operasi dijawab sabar tunggu  dulu. Kemudian barulah pada jam 12 siang pasien dijemput dari ruang inap menuju ruang tunggu operasi. Dari ruang tunggu ini pasien belum juga dilakukan operasi sedangkan pasien sudah disuruh ganti pakaian untuk siap menjalankan operasi. 

Dari jam 12 siang kami menunggu di ruang tunggu hingga sampai jam 4 sore pasien belum juga dilakukan operasi oleh pihak Rumah Sakit AR-Bunda tanpa adanya pemberitahuan secara jelas. Ketika itu pasien sudah terlalu lelah menunggu apalagi pasien dalam keadaan berpuasa, ketika mencoba kembali bertanya ke petugas kapan akan dilakukan operasi kembali selalu dijawab nanti tunggu dulu dan ini jelas sekali kami anggap menelantarkan pasien," jelas Indra Sena anak kandung pasien (Rabu, 14/09/2022).


"Jadi kami pihak keluarga mengambil keputusan membawa pulang pasien karena merasa ditelantarkan dengan sengaja oleh pihak Rumah Sakit AR-Bunda karena kami merasa disepelekan disuruh nunggu lama-lama tapi ibu kami tidak kunjung dioperasi dan tidak ada pemberitahuan yang jelas. Sedangkan ibu kami pasien ini sudah mengeluh lelah terlalu lama menunggu.


Ketika kami sudah nekat ingin membawa ibu pulang ke rumah barulah kemudian dikejar oleh petugas Rumah Sakit AR-Bunda dan ditanya 'pak mau dibawa kemana pasiennya' dan kami jawab mau dibawa pulang karena tidak jadi dioperasi kami sudah kelelahan menunggu terlalu lama tanpa kejelasan. Dan kemudian petugas tersebut memanggil dokter bedah, ketika saat itu dokter bedah tersebut menyampaikan bahwa 'operasi sudah siap, namun kami sudah terlanjur kecewa dengan pihak Rumah Sakit AR-Bunda Lubuklinggau, ketika pasien sudah mau dibawa pulang oleh keluarga barulah operasi dikatakan sudah siap, ini jelas sangat mengecewakan kami,"   


"Setelah itu saya bergegas menyelesaikan administrasi dan membawa pulang pasien, pada surat pernyataan alasan membawa pulang pasien tersebut  saya menuliskan merasa kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit AR-Bunda Lubuklinggau karena menelantarkan pasien berjam-jam dari jadwal operasi yang sudah ditentukan pihak Rumah Sakit AR-Bunda Lubuklinggau," lanjut Indra Sena

 

Sementara Humas Rumah Sakit AR-Bunda Lubuklinggau Feri menjelaskan bahwa telah menerima keluhan dari keluarga pasien tersebut dan akan segera dilakukan konfirmasi ke pihak keluarga pasien.


"Waalaikumsalam Warrahmatullahi Wabarokatuh, untuk saat ini terkait keluhan dari pihak keluarga sudah disampaikan ke kami, mungkin nanti informasi lengkapnya juga akan dilakukan konfirmasi dengan bagian bagian terkait. Insyaallah akan dibicarakan dengan pihak keluarga. terimakasih," 


"saat ini saya fokus untuk merunutkan informasi dari pihak-pihak yang terkait agar bisa menindaklanjuti keluhan yang disampaikan keluarga pasien," jelas Feri (*)

close
Info Pasang Iklan