2 Jurnalis Diduga Dianiaya Oknum ASN dan Oknum Pejabat Pemkab Karawang di Stadion Singaperbangsa

Iklan Semua Halaman

2 Jurnalis Diduga Dianiaya Oknum ASN dan Oknum Pejabat Pemkab Karawang di Stadion Singaperbangsa

Staff Redaksi
Selasa, 20 September 2022


KARAWANG - Dua Jurnalis Karawang Jawa Barat diduga menjadi korban tindakan kekerasan yang keji dari beberapa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan salah seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang. 


Jurnalis yang menjadi korban dari oknum pejabat tersebut adalah Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa.


Gusti Gumilar atau lebih dikenal dengan panggilan Junot menuturkan, bahwa sekira  pukul 00.00 WIB, Minggu 18 September 2022, selepas launching tim Persika 1951 dirinya dibawa masuk kedalam ruangan bekas kantor PSSI Karawang di Stadion Singaperbangsa.

"Saya dibawa ke ruangan yang dulu

bekas kantor PSSI Karawang, di Stadion

Singaperbangsa, ruangan ditutup dan tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dia. Untuk komunikasi terbatas bahkan sampai sekarang gak tau dimana karena Hp saya diambil," terang Junot seusai membuat laporan polisi di Mapolres Karawang, Senin 19 September 2022 malam.


Lanjut Junot, saat di ruangan tersebut ia  ditanya mengenai keberadaan sahabat nya Zaenal Mustofa. 


"Saya diberi waktu satu jam untuk bisa membawa Zaenal Mustofa," ucapnya.


Sekira pukul 01.00 WIB Zaenal memberi tahu keberadaannya dengan share lokasi. Kemudian ia dibawa dengan menggunakan mobil ke rumah Zaenal. Setibanya di rumah Zaenal dijemput paksa, bahkan tanpa menggunakan baju hanya menggunakan celana pendek, Zaenal langsung dimasukkan kedalam mobil. 


"Saya mendapatkan pukulan dari kalangan suporter, ajudan pejabat berinisial R dan dari oknum pejabat A," sebutnya. 



"Oknum pejabat berinisial A, notor (memaksa minum, red) saya dengan minuman keras dan air kencing. Dia juga melakukan pemukulan dan penyikutan di kepala. Kemaluan saya juga ditendang oknum ajudan," imbuhnya.


Sementara itu, Junot memperkirakan ada sebanyak 4 atau 5 orang yang melakukan penganiayaan terhadapnya.


Masih menurut Junot, penganiayaan diterimanya dari malam hari sampai pagi. Dirinya tidak sadarkan diri sekira pukul 05.00 dan baru sadarkan diri pukul 11.00 WIB  



"Saya bisa pulang karena dijemput oleh saudara saya. Saya diamankan dan tidak diizinkan pulang dulu," tandasnya.(Mus/Red)

close
Info Pasang Iklan