Bandel Sering Lintasi Jalan Tengah Kota, 7 Unit Truk Pengangkut Batu Bara Diamankan

Iklan Semua Halaman

Bandel Sering Lintasi Jalan Tengah Kota, 7 Unit Truk Pengangkut Batu Bara Diamankan

Staff Redaksi
Selasa, 23 Agustus 2022

 

JURNALIS NUSANTARA-1.COM|LUBUKLINGGAU, SUMSEL-- Petugas gabungan terdiri dari Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas Polres Lubuklinggau dan Subdenpom II/4-5 Lubuklinggau melaksanakan razia penertiban terhadap kendaraan roda empat pengangkut batu bara, di pintu gerbang perbatasan Kota Lubuklinggau dengan Provinsi Bengkulu Terminal Tipe C Watas, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau. Senin, (22/08/2022).


Penertiban ini bertujuan memberi efek jera terhadap angkutan batu bara yang selama ini nekat melintasi jalan tengah Kota Lubuklinggau, sedangkan menurut Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Pengangkutan Batu Bara Melalui Jalan Umum, didalam pergub tersebut menjelaskan bahwa truk pengangkut batu bara harus melewati jalan khusus. Karena pergub sebelumnya Nomor 23 Tahun 2013 yang memperbolehkan truk pengangkut batu bara melalui jalan umum sudah dicabut.


Kegiatan penertiban truk pengangkut batu bara tersebut dilakukan guna memberikan sanksi tegas kepada pihak perusahaan yang tidak mengindahkan peraturan yang ada. Hasilnya 7 unit truk pengangkut batu bara tidak dilengkapi surat lengkap berhasil diamankan dan dilakukan tilang, untuk kemudian dibawa ke Mapolres Lubuklinggau guna penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau Abu Jaat, menjelaskan Dishub Kota Lubuklinggau bersama Polres Lubuklinggau melakukan penertiban terhadap mobil batu bara yang kerap melintas hampir tiap hari di jalan tengah Kota Lubuklinggau.


"Malam ini kita berhasil mengamankan sebanyak 7 mobil batubara, yang akan muat batubara di Daerah Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi, 7 mobil ini dalam keadaan kosong, cuma kan memang mobil pengangkut batu bara yang kerap melintasi jalan Kota Lubuklinggau, mobil tersebut kita amankan juga dan akan diamankan di Kantor Satpas Polres Kota Lubuklinggau," ungkap Abu Jaat.


Tambahnya, menurut Pergub Sumsel No 74 Tahun 2018, mobil pengangkut batubara tidak boleh melintasi atau menggunakan Jalan Umum, kecuali menggunakan jalan sendiri khusus mobil batubara atau memang punya rekomandasi Gubernur langsung.


"Ini saja mobil yang tidak lengkap surat menyuratnya, pajak mati, surat KIR tidak ada, SIM sopir saja ada yang sudah mati, bahkan ada salah satu mobil tidak ada sama sekali surat menyuratnya, dan juga tidak ada izin melintas serta tidak ada surat rekomandasi dari Gubernur Sumsel untuk mengangkut batubara ini," terangnya.


"Informasi yang diperoleh dari salah satu sopir, mereka dari Bengkulu akan memuat batu bara ke daerah Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi dan Bongkar di PLTU Bengkulu, yang bekerja dibawah naungan PT Kaisar Jaya Sumatera (KJS)," jelas Kadishub Kota Lubuklinggau Abu Ja'at.


Sementara salah satu sopir Rian, mengaku mereka akan mengangkut batubara di daerah Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi, di PT  Kaisar Jaya Sumatra (PT.KJS) dan bongkar di PLTU Bengkulu, Provinsi Bengkulu.


"Awalnya kami melalui PT. AKP, tapi PT ini tidak lagi sudah satu minggu dua minggu ini, selanjutnya muat lagi melalui PT. Kaisar Jaya Sumatra (PT.KJS) ini," pungkas Rian, salah satu sopir mobil batubara yang berhasil diamankan. (*)



close
Info Pasang Iklan