Perlu Investigasi Kasus Baku Tembak Polisi,Tuduhan Pelecehan Seks Oleh BrigadIr Yosua

Iklan Semua Halaman

Perlu Investigasi Kasus Baku Tembak Polisi,Tuduhan Pelecehan Seks Oleh BrigadIr Yosua

Staff Redaksi
Rabu, 13 Juli 2022



JURNALIS NUSANTARA-1. COM | JAKARTAP--Jakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai ada sejumlah hal yang tidak lazim untuk tuduhan pelecehan seksual oleh Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir Yosua) atau Brigadir J terhadap istri Kadiv Propam Polri, Putri Ferdy Sambo.


Menurut Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel,di program Kabar Siang tvOne, Selasa (12/7/2022) kejahatan seksual lazimnya dilakukan di tempat yang berada di dalam kekuasaan pelaku. Namun Brigadir Yosua justru melakukan kejahatannya di rumah Kadiv Propam.


"Kejahatan seksual lazimnya dilakukan di tempat yang sangat privat dan sepenuhnya berada di dalam kekuasaan pelaku. Artinya di situ tidak ada saksi, di situ hanya ada pelaku dan korban atau targetnya," ujar Reza. Sehingga menjadi aneh bila Brigadir Yosua mencoba melecehkan istri Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri, di rumah atasannya sendiri.


"Sungguh aneh, sungguh-sungguh tidak lazim, ketika ada orang yang melakukan kejahatan seksual, pelecehan seksual, tetapi justru di tempat yang tidak dia kuasai. (Brigadir Yosua) justru di tempat yang tersedia sejumlah saksi di situ tersedia ruang atau jalan bagi korban atau target untuk melarikan diri. Di situ pula akan tercecer sekian banyak barang bukti," kata Reza.


Oleh karena itu menurut Reza, pihak kepolisian perlu menginvestigasi kasus baku tembak antara Brigadir Yosua atau Brigadir J dengan Bharada E.


HAM KOMPOLNAS


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak mau terburu-buru untuk menonaktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Tapi, institusinya akan menunggu hasil investigasi yang dilakukan tim khusus, terkait kasus penembakan Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.


"Saat ini tim bekerja, yakni tim gabungan sudah dibentuk. Nanti rekomendasi dari tim gabungan ini akan menjadi salah satu yang kami jadikan dengan kebijakan-kebijakan. Tentunya kami tidak boleh terburu-buru," tegas Listyo saat memberikan keterangan kepada media, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022).


Karenanya, Listyo berharap dan sekaligus meminta agar masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini terhadap tim khusus yang telah dibentuk. Tim khusus tersebut dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono serta melibatkan pihak eksternal, seperti Komnas HAM dan Kompolnas.


MAKIN LIAR


Kabar perselingkuhan antara Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat dengan istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Sambo makin liar di tengah pengusutan kasus penembakan yang dilakukan Bharada E.


Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto ditanya wartawan tentang kabar tersebut tak mau menjelaskan kebenarannya. "Itu menyangkut privasi. Kami agak sensitif menyampaikan ini, dugaan perselingkuhan tersebut merupakan ranah penyidikan yang tidak dapat kami ungkap ke publik,"  kata Budhi di Mapolres Metro Jaksel, Selasa (12/7).


Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di kediaman pribadi Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Insiden berdarah itu terjadi pada Jumat (8/7) pukul 17.00 WIB, di rumah jenderal bintang dua itu, di Komplek Polri, Duren Tiga, Jaksel.


Rasa penasaran keluarga atas meninggalnya Brigadir Joshua belum terbayar. Terlebih keluarga sempat menemukan sejumlah luka dan memar selain luka bekas tembakan di dada kanan dan leher. Sebelumnya, publik dihebohkan dengan aksi baku tembak antar anggota polisi di kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. (Tim/Red)

close
Info Pasang Iklan