Yang Mulia Hakim Djuyamto Sang Panutan Guru Kehidupan

Iklan Semua Halaman

Yang Mulia Hakim Djuyamto Sang Panutan Guru Kehidupan

Staff Redaksi
Selasa, 21 Juni 2022





JURNALIS NUSANTARA-1.COM | JAKARTA--Dr.(Cand) Djuyamto,SH.MH lahir di Kartasura 18 Desember 1967 yang akrab di sapa Om Djoe, Mas Djoe, Pak Djoe, Ndoro Djoe adalah seorang Hakim yang juga saat ini menjabat Humas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 


Perjalanan Kariernya di awali tahun 2022 di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, kemudian tahun 2007 mutasi ke PN Temanggung, lalu tahun 2009 mutasi ke PN Karawang dan tahun 2012 di percaya menjadi Asisten Hakim Agung di Mahkamah Agung RI. 


Pada tahun 2014 menjadi Wakil Ketua PN Dompu, tahun 2016 menjadi Ketua PN Dompu, tahun 2017 promosi menjadi Hakim PN Bekasi Kelas IA Khusus, tahun 2019 masuk ke PN Jakarta Utara dan mulai Maret 2022 memperoleh mutasi ke PN Jakarta Selatan Kelas IA Khusus. Yang Mulia"  Djuyamto juga menjadi Ketua Majelis Perkara suap penyidik KPK yang melibatkan pejabat tinggi negara. 


Namanya Viral ketika menjabat Ketua Majelis Hakim yang menyuruh terdakwa menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul IBU di persidangan, lalu menjadi Ketua Majelis Hakim persidangan Polisi penyerang penyidik KPK Novel Baswedan yang cukup menjadi perhatian masyarakat luas. Menjadi Ketua Majelis Hakim pembunuhan sadis satu keluarga di PN Bekasi. 


Dikalangan Hakim Pak Djoe dikenal sebagai aktifis gerakan Hakim yang terus memperjuangkan hak-hak konstitusional para Hakim bersama dengan Forum Diskusi Hakim Indonesia maupun dalam kapasitasnya sebagai salah seorang pengurus Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI). 


Yang menarik di luar tugas utamanya sebagai Hakim, Pak Djoe juga di kenal sebagai seorang yang menjunjung nilai-nilai tradisi leluhurnya. Itu di buktikan dengan kecintaannya terhadap seni budaya dengan melibatkan diri sebagai penggagas sekaligus Pengasuh Kartasura Greget sebuah gerakan seni budaya untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. 


Memperingati HUT Kopasus Ke-70,Korps Baret Merah berkolaborasi bersama Anak Korps Baret Merah (AKBM) Jawa Tengah dan Kartasura Greget menggelar "Pagelaran Budaya 2022" Kandang Menjangan Wayangan pada 8 Juni 2022 dan berjalan dengan lancar dan sukses di Kawah Candradimuka Group-2 Kopasus Kartasura . 


Naluri seni mengalir dalam diri Pak Djoe dibuktikan dengan karya cipta lagu tembang Jawa yang berjudul Kartasura Greget dan isinya mempraktekkan kebersamaan dan hidup rukun, gotong royong dalam masyarakat. 


Karya cipta tembang lagu Jawa yang terbaru yaitu Balekno Tembokku yang diciptakan atas keprihatinannya terkait perusakkan tembok baluarti Keraton Lawas Kartasura yang merupakan cagar budaya yang dilindungi. 


Pada 20 Mei 2022 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional Ke-114 Hakim Djuyamto mendapatkan Kanugrahan Gelar dan Pangkat dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta dengan gelar "Kanjeng Raden Tumenggung".


Selain itu Pak Djoe mendapatkan kepercayaan menjadi pembina beberapa komunitas sosial kemanusiaan serta organisasi pencak silat di Kota Kelahirannya. 


Pengagum berat Gus Dur ini juga sangat gemar membaca, hal itu dibuktikan dengan kebiasaannya untuk membeli buku-buku yang tidak hanya buku tentang hukum tapi juga buku-buku politik, sejarah, budaya, religi dan sebagainya. 


Kegemarannya ini merupakan wujud nyata mencontohkan budaya membaca yang mana di Negeri ini harus diakui memiliki tradisi literasi yang sangat tertinggal dari negara tetangga sekalipun. 


Dr.(Cand) Djuyamto,SH.MH telah melouncing buku perdananya "KESAKSIAN PERJUANGAN" KISAH NYATA Para Pengadil Menuntut Hak-Hak Konstitusional dan Independensi Kekuasaan Kehakiman. 


Kini Pak Djoe sedang menepuh perjalanan untuk meraih gelar akademik tertinggi sebagai mahasiswa program Doktoral di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. 

Penulis: Lilik Adi Goenawan


close
Info Pasang Iklan