Pihak Pengawasan Karantina Pertanian kepulauan Nias Sumatera Utara,Besok Kita Proses dan kita Laporkan Pemilik Babi Serta Supir Truk Yang Kabur,"Dipolres Nias

Iklan Semua Halaman

Pihak Pengawasan Karantina Pertanian kepulauan Nias Sumatera Utara,Besok Kita Proses dan kita Laporkan Pemilik Babi Serta Supir Truk Yang Kabur,"Dipolres Nias

Staff Redaksi
Selasa, 14 Juni 2022
JURNALIS NUSANTARA-1.COM|GUNUNGSITOLI,SUMATERA UTARA
-pihak Karantina Pertanian kepulauan Nias melakukan penahanan 5 Truk pembawa  ratusan ekor babi asal BAli. dikarenakan babi tersebut tak dilengkapi sertifikat kesehatan hewan dari daerah asal.

Di ketahui  mobil truk pembawa ratusan babi tersebut dari  Bali menuju Sibolga menyebrang kepulauan nias. Sampai di pelabuhan Gunungsitoli sekitar jam 11:00 wib   ditahan di pelabuhan gunungsitoli.Senin 13/06/2022.

5 mobil truk dengan nomor plat polisi, F 8119 HB,G 1478, QC, BE 9301 YV  telah di tahan di pelabuhan Gunungsitoli, dan dua truk lolos atau kabur dan masih dalam pencarian ,ucapanya Andre pandu pengawasan karantina pertanian kepulauan Nias

Pemilik Babi  pada saat dikonfirmasi BZ megatakan,"babi tersebut sudah lengkap surat_surat semua. sambil teriak megatakan kepengawasan pertanian kepulauan nias.pak babi itu dikasih makan pak,harus sesuai SOP ya pak,"ujarnya


di ikuti dengan banyak permintaan untuk acara adat Ataupun dikonsumsi masyarakat yang tinggi. Ini menjadi perhatian kami untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan lalu lintas komoditas pertanian," ujar Dokter Hewan Karantina, refandi Siregar, d
Pihak Badan Karantina Pertanian kepulauan Nias propinsi sumatera Utara. 

Ratusan ekor babi tersebut ditemukan petugas di dalam KM Wira  saat melakukan pengawasan di Pelabuhan Laut Gunungsitoli Selanjutnya babi asal Bali ini ditahan oleh pejabat Karantina Pertanian.

Kemudian hewan dibawa ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) wilayah kerja kepulauan Nias. Sesuai UU No.21 pada Pasal 44 Ayat (3) dokumen persyaratan wajib dipenuhi paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah pemilik menerima surat penahanan.

"Dalam rangka pencegahan penyakit hewan maupun tumbuhan, pejabat karantina harus konsisten dalam melaksanakan tugas. Baik itu dalam jumlah banyak maupun sedikit, apabila tidak memenuhi persyaratan maka akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan perkarantinaan,” jelas Kepala pengawasan Karantina Pertanian kepulauan nias, Andre pandu.

Untuk diketahui, sesuai amanah UU No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, pada Pasal 33 Ayat (1) dijelaskan bahwa setiap orang yang memasukkan media pembawa ke dalam wilayah Indonesia harus memenuhi persyaratan tindakan Karantina. Pemilik harus melengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal, melalui tempat pemasukan yang ditetapkan, dan melaporkan media pembawa kepada pejabat karantina.


Lanjut awak media mendatangi pihak WJL  Riski bagian marketing nanti pak kalo ada yang kosong baru kita naik mobil tersebut pembawa ratusan babi,"ujarnya

Terlihat kapal WJL telah berangkat menuju Sibolga Sikitar Jan 11:30 wib babi tersebut belum di berangkat di Sibolga Masih tinggal ma'am ini di pelabuhan Gunungsitoli


Lanjut awak media meyakan kembali babi tersebut kenapa ngak di berangkat .
Jawab nya,"supir mobil truk pembawa ratusan babi tersebut,ijin kepada kami mau mandi,"kata pengawas

Ditanyakan masih muat di kapal  mobil tersebut untuk di pulangkan di sibolga pak,mengatakan"ya masih muat bg, cuman supir truk tersebut ngak balik_balik dan entah kemananya,ucapanya

Ditambahkan malam ini kita proses dan selanjut kami laporkan di polres Nias. supaya pemilik babi dan serta supir truk  dan babi yang  telah kita amankan di pelabuhan gunungsitoli agar di proses,
Ditahan di polres Nias ,"tegasnya Andre pandu pengawasan karantina pertanian kepulauan Nias Sumatera Utara.


PENULIS:AFDIKA PERMATA LASE

close
Info Pasang Iklan