Penyidik Wilayah Kerja Kep-Nias BBKP Belawan Lagi Gelar Perkara Di Polda Sumut Terkait Kabur Truk Pembawa Babi Ilegal.

Iklan Semua Halaman

Penyidik Wilayah Kerja Kep-Nias BBKP Belawan Lagi Gelar Perkara Di Polda Sumut Terkait Kabur Truk Pembawa Babi Ilegal.

Staff Redaksi
Kamis, 16 Juni 2022
JURNALIS NUSANTARA
1.COM|MEDAN,SUMATERA UTARA-Penyidik Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan Wilayah kerja Kep-Nias sedang menggelar Perkara di Polda Sumut Terkait Kasus Kaburnya lima Unit Truk Pengangkut Babi Ilegal milik Binahati Ziliwu di Pelabuhan Angin Gunungsitoli pada dini hari Rabu 03:00 wib.

Andre Pandu sebagai Pengawas Wilayah Kerja Kep-Nias Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan menyampaikan melalui Konfirmasi Via WhatsApp, Kamis (16/06/20222), hari ini saya dan Tim di Medan Polda Sumut melakukan Gelar Perkara terkait masalah Babi Ilegal dan Kaburnya lima Unit Truk pengangkut Babi Ilegal di Pelabuhan Gunungsitoli Jam 03:00 wib dini hari Rabu", Ucap Andre.

Sebagaimana sebelumnya Kejadian, Ratusan ekor Babi Ilegal milik Binahati Ziliwu dari Pulau Bali masuk di Pelabuhan Gunungsitoli melalui Penyebrangan Pelabuhan Sibolga tanpa Dokumen lengkap Surat Sertifikat Kesehatan Hewan dari Daerah Asal pada tanggal 13 Juni 2022 sekitar Jam 11:00 wib tiba di Pelabuhan Gunungsitoli dengan pengangkutan lima Unit Truk.
Menurut Informasi, tiga dari lima Unit Truk diketahui  Bernomor Polisi, F 8119 HB, G 1478 QC, BE 9301 YV telah di Amankan pihak Karantina Pertanian Wilayah Kerja Kepulauan Nias (BBKP) Belawan Sumut di Pelabuhan Gunungsitoli sementara dua Truk berhasil Kabur saat diperiksa Tim Petugas.

Informasi Ratusan ekor Babi  Ilegal ditemukan Petugas di dalam Kapal KM Wira Nauli ketika Bersandar di Pelabuhan Gunungsitoli, Saat itu Tim melakukan Pemantauan di Pelabuhan Laut Gunungsitoli. Karena tidak menunjukan Surat Lengkap Babi Asal Pulau Bali ini ditahann oleh Pejabat Karantina Pertanian Pelabuhan Gunungsitoli.

Sebagaimana  diatur UU No.21 pada pasal 44 ayat (3) Dokumen persyaratan wajib dipenuhi paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah Pemilik menerima Surat Penahanan.

Dalam rangka Pencegahan Penyakit Hewan maupun Tumbu-tumbuhan, Pejabat Karantina harus Konsisten dalam Melaksanakan Tugas, baik itu dalam jumlah banyak maupun sedikit, apabila tidak memenuhi Persyaratan maka akan ditindak Tegas sesuai dengan Peraturan Perkarantinaan," Ungkap Andre selaku Pengawas.

Pantauan Awak Media setelah dua hari Petugas Pengawas Karantina Pertanian Kepulauan Nias mengurus Surat Berlayar menuju Pelabuhan Sibolga untuk dipulangkan Ratusan ekor Babi Ilegal Ke-Daerah Asal Pulau Bali Namun anehnya hingga Kapal diberangkat dari Pelabuhan Gunungsitoli, lima Truk yang akan dipulangkan naik Kapal setelah beberapa menit kemudia, diturunkan kembali. Alasan dari Direktur WJl Cabang Gunungsitoli mengatakan, karena lima Truk tidak punya tiket dikarenakan Surat Izin Berlayar tidak ada jadi tidak bisa di Klaem Tiket dikantor

Sekitar Jam 03 pagi Rabu, Lima Truk Mobil Pengangkut Ratusan ekor Babi Ilegal milik Binahati Ziliwu melarikan diri/Kabur dari Parkiran sementara di Pelabuhan Gunungsitoli tidak diketahui kemana Rimbanya tanpa ada juga Pengawasan Ketat dari pihak Karantina Gunungsitoli.

PENULIS:AFDIKA PERMATA LASE
close
Info Pasang Iklan