Napak Tilas Pimred Media Online Nasional Ziarah Ke Pujangga Ayu Bendhoro Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah

Iklan Semua Halaman

Napak Tilas Pimred Media Online Nasional Ziarah Ke Pujangga Ayu Bendhoro Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah

Staff Redaksi
Rabu, 25 Mei 2022




JURNALIS NUSANTARA-1.COM | KARTASURA--Pimred Aneka Fakta beserta Pimred Jurnalis Nusantara Satu sebelum menyambangi Watu Kembar Ziarah ke Makam  Bendoro Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah. Sekitar pukul 22.30 WIB,Selasa , (24/5/2022) di dampingi oleh Pakde Suripto Pelatih Beladiri Perisai Diri Kartasura bersama Jurnalis Solo Raya Agung Nugroho (Nugie).


"Makamnya memang terlihat agak menonjol walaupun malam hari kami berziarah tampak terawat, bersih, dan bekas dupa, kembang setaman serta bunga sedap malam tampak masih baru masih teronggok di sebelah nisan." Kata CEO PT. Jurnalis Nusantara Satu Lilik Adi Goenawan,S.Ag saat di konfirmasi awak media Rabu,(25/5/2022). 


Bagi masyarakat sekarang, nama 

Sedah Mirah atau Sedhah Mirah, umumnya langsung diasosiasikan dengan putri Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, putri dan menantu Presiden RI Joko Widodo." Tegasnya. 

Cucu kedua Joko Widodo-Iriani ini memang diberi nama Sedah Mirah, plus nama marga Nasution dari ayahnya.


Nah, pertanyaannya sekarang, siapakah Bendoro Raden Ayu Adipati Sedhah Mirah yang dimakamkan di bekas Keraton Kartasura ini? Benarkah ia istri Susuhunan Pakubuwana IX seperti diyakini selama ini oleh masyarakat?


Di nisan makam BRAA Sedhah Mirah tertulis dalam bahasa Arab dan Jawa. Juga ada symbol mahkota, yang dari penampakannya sangat kuat masuk pengaruh barat (Eropa).



Makam B.Ray. Sedah Mirah merupakan bangunan yang paling dikeramatkan di bekas Keraton Kartasura. Makam ini berada di kompleks Benteng Srimanganti yang berada di dalam petilasan keraton.


Sedah Mirah adalah selir atau garwa ampeyan kesayangan Susuhunan Pakubuwono IX. Semasa hidupnya dia dikenal cantik, pandai berdiplomasi, dan memiliki penghasilan yang cukup. 


Lilik Adi Goenawan,S.Ag mendapatkan informasi dari berbagai sumber, Rabu (25/4/2022), Sedah Mirah merupakan pujangga ayu yang populer sebagai penulis kitab Ponconiti. Dia juga disebut-sebut sebagai sosok wanita yang cantik, anggun, dan menawan.

Berkat kecantikan dan keanggunan yang memesona, maka dia tetap dikenang setelah meninggal dunia. Makamnya yang berada di Astana Wanakerta petilasan Keraton Kartasura masih menjadi tujuan peziarah untuk ngalap berkah.

Peziarah biasanya melakukan beberapa ritual untuk meminta berkah dengan bekal hati bersih dan sopan santun. Konon, mereka yang beruntung biasanya akan ditemui oleh sosok ratu yang cantik jelita ini.


Petilasan Keraton Kartasura di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan saksi bisu kejayaan Kerajaan Mataram Islam. Dulu kawasan keraton memiliki dua benteng yang menjadi pertahanan dari serangan pemberontak.


Supardi dkk dalam rtajuk Dinamika Kehidupan Religius Era Kasunanan Surakarta (2017), menyebut perpindahan Kerajaan Mataram ke Kartasura menimbulkan banyak pemberontakan. Kala itu di Kartasura ada banyak orang yang berpihak pada kelompok pemberontak, sehingga sewaktu-waktu dapat mengganggu keamanan kota.



Hal tersebut melatarbelakangi dibangunnya benteng untuk melindungi istana Keraton Kartasura. Ada dua benteng yang dibangun, yaitu Baluwarti di bagian luar dan Srimanganti di dalam.


Sayangnya, kini benteng keraton tersebut dalam kondisi tidak terawat bahkan belum lama ini viral di Media Benteng Baluwarti di area luar Keraton Kartasura dirusak warga untuk urusan kepentingan pribadi seolah tak tahu atau tak mau tau bahwa tembok tersebut adalah merupakan aset cagar budaya. 


Pimred Jurnalis Nusantara Satu Lilik Adi Goenawan,S.Ag dan Pimred Aneka Eva Andryani saat tiba di Surakarta tgl. 19 Mei 2022 tepat pukul 00.00 WIB didampingi Jurnalis Solo Raya langsung ke TKP dan tampak sudah di tutupi seng.


Benteng yang dirusak dengan unsur kesengajaan tersebut bahkan termasuk benda cagar budaya (BCB) dan anehnya barang bukti eksavator yang ada di lokasi sebagai alat bantu merusak tembok baluarti hilang bagai di telan bumi. 



" Semoga para petinggi yang mempunyai kewenangan dapat memproses secara hukum pada pelaku perusak tembok baluarti tersebut." tegas Lilik Adi Goenawan. 


Bahkan Dr.(Cand) Djuyamto, SH,MH sangat prihatin dengan kasus tersebut dan pada Hari Kedua Fitri ke dua lounching lagu "Balekno Tembokku" yang arassemen musiknya di garap oleh Seniman Kartasura Andy Zate yang dibawakan oleh Pengiat Seni Budaya Om Djoe bersama Tim Greget Kartasura. (Tim/Red)

close
Info Pasang Iklan