Kasus Kematian Pengunjung di Kawasan Wisata Religi Pertapaan Pringgodani, Mematik Reaksi Pemerintah Setempat

Iklan Semua Halaman

Kasus Kematian Pengunjung di Kawasan Wisata Religi Pertapaan Pringgodani, Mematik Reaksi Pemerintah Setempat

Staff Redaksi
Sabtu, 28 Mei 2022



JURNALIS NUSANTARA-1.COM | TAWANGMANGU--Kasus kematian pengunjung di kawasan wisata religi Pertapaan Pringgodani, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memantik reaksi pemerintah setempat.


"Pengunjung agar memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum berkunjung ke Pertapaan Pringgodani. Selain kondisi jalanan menanjak menaiki bukit, suhu udara yang dingin karena berada lereng Gunung Lawu harus jadi perhatian pengunjung." kata Camat Tawangmangu Eko Jati Wibowo pada awak media, Jumat, (27/5/2022). 


Butuh tenaga ekstra bagi pengunjung yang hendak ke Pertapaan Pringgodani. Dari lokasi parkir ke pertapaan, pengunjung harus berjalan sekitar 2,5 kilometer.


“Jalannya naik terus. Udaranya juga dingin, belum lagi kalau hujan turun. Jadi harus punya tenaga lebih dan kondisi tubuh sehat,” tegasnya. 


Menurutnya, kasus kematian pengunjung di kawasan wisata religi Pringgodani harus menjadi peringatan bersama. Ia pun mengingatkan pengunjung tidak memaksakan diri saat mengunjungi kawasan wisata religi Pringgodani tersebut jika kondisi badan tak sehat. Terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti jantung.


Makmur Dwi Raharjo (50) , pengunjung asal Buran Wetan, Desa Buran,Kecamatan Tasik Madu, Karanganyar, meninggal di Pertapaan Pringgodani. Korban terkena serangan jantung saat hendak melakukan pertapaan pada Kamis (26/5/2022). Korban meninggal dunia pukul 14.30 WIB saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Tawangmangu.


Proses evakuasi sempat terhambat cuaca dan kondisi medan yang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Evakuasi dilakukan dengan ditandu oleh tim sukarelawan di tengah hujan lebat.


Sebelumnya, korban memimpin rombongan dari Tasikmadu sebanyak 10 orang. Mereka tiba di pos masuk Wisata Pringgodani di Blumbang Lor, Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu Kamis pada pukul 09.00 WIB.


Korban bersama rombongan datang untuk melakukan ritual tirakatan. Selanjutnya berjalan kaki menuju ke lokasi wisata religi Pringgodani dan tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Namun sesampainya di lokasi korban mengeluh kecapekan dan mengalami sesak napas.


Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama dari sukarelawan dan Polsek Tawangmangu. Namun nyawanya tak tertolong saat perjalanan menuju Puskesmas.


“Hasil pemeriksaan tim medis korban mengalami serangan jantung. Korban memiliki riwayat sakit jantung dari keterangan pihak keluarga,” pungkasnya.(Tim/Red)

close
Info Pasang Iklan