Kompetisi Media Offline VS Online, Mata Rantai Yang Hilang Pada Komik Indonesia

Iklan Semua Halaman

Kompetisi Media Offline VS Online, Mata Rantai Yang Hilang Pada Komik Indonesia

Staff Redaksi
Jumat, 15 April 2022




www.jurnalisnusantara-1 |Bandung -Dalam kasus komik Indonesia jalur distribusi sudah tidak ada. Oleh sebab itulah komik Indonesia hingga kini tidak mampu bangkit, padahal banyak komik yang terbit. 


"Meskipun dengan banyak komik yang terbit menunjukan aktifitas komik Indonesia masih ada, tetapi hal ini tidak menolong menjadi kebangkitan komik dalam arti yang sesungguhnya." Kata Handi Yawan saat di konfirmasi awak media, Jumat, (15/4/2021) 


"Membuat komik dan menerbitkannya adalah perkara mudah, tetapi memasarkannya adalah hal lain yang sulit." Tegasnya. 


Handi Yawan memaparkan para kreator banyak yang memanfaatkan media sosial dan marketplace-marketplace yang ada. Juga menerbitkan pada platform-platform baca komik secara online. Meskipun demikian hal ini juga belum cukup. 


Bagaimana solusi nyata untuk masalah ini? 


Mengutip pernyataan Iwan Gunawan pada kata Pengantar Antologi Cergam, Treasure of Nusantara bahwa: 

"... Beberapa penerbitan "kompilasi" cergam yang pernah hadir di dunia cergam antara lain, Aneka Komik terbitan Melodie 1954. 


Aneka Komik berganti-ganti fokus pada satu tokoh yang "bernaung" di bawah Melodie seperti Sri Asih, Djakawana atau Siti Gahara. Selebihnya di dalam Aneka Komik dimuat beberapa komik pendek atau komik strip. 


"Saya menduga Aneka Komik yang terbit tanggal 10 dan 20 tiap bulan ini memiliki konsep yang mengikuti genre penerbitan pulp magazine Amerika." Tegasnya. 


Pulp magazine biasanya memuat cerita-cerita fiksi populer, lalu berkembang menjadi "pulp magazine" versi komik. 


Salah satu seri "pulp magazine" komik yang terkenal yaitu Action Comics yang melahirkan Superman tahun 1938 .

Kemudian, majalah Tjergam diterbitkan pada tahun 1961 di Medan. 


Perlu dicatat, karena majalah ini dalam pengantar redaksi menyatakan visi untuk mengembangkan budaya yang khas lewat Cergam (Cerita-Gambar, komik Indonesia) dan dengan sadar menciptakan terminologi Tjergam untuk menandingi komik asing. 


Majalah ini didukung oleh komikus-komikus Medan terkenal saat itu seperti Zam Nuldyn, Arry Darma, Djas, Bahzar, dan lain-lain. Delapan tahun kemudian di tahun 1969 terbit majalah cergam yang populer yaitu "ERES". 


Di sampulnya ERES menuliskan slogan "Batjaan Anda Jang Berdjiwa Remadja", yang jelas menunjukan target pembaca. Pada kurun waktu tersebut, Cergam sedang mengalami masa jaya. ERES menjadi salah satu majalah yang menandai era popularitas cergam. ERES mengumpulkan komikus yang sedang naik daun ... "


Nyata sekali dan sejarahnya cergam lahir melalui majalah atau surat kabar yang lebih dulu memiliki jalur distribusinya. 


Setelah animo terbentuk, cergam terbit mandiri dan berkembang hingga memiliki jalur distribusi sendiri. 

Namun sekarang koran-koran pun banyak beralih ke media online yang lebih efisien dan masif. 


Oleh sebab itu koran-koran cetak harus lebih kompetitif untuk berusaha meraih kembali pembacanya. 


Kini mengulang sejarah bukan hal yang mustahil. Apalagi koran cetak turut merosot oplagnya. Surat kabar-surat kabar yang telah memiliki jalur distribusi yang telah mengakar perlu merebut perhatian pembacanya yang telah beralih ke baca online. 


"Jadi strategi yang ditempuh agar menjamin kesinambungan suplai cergam bagus dalam visual dan bagus dalam storytelling, kolaborasi penulis dengan ilustrator adalah kuncinya. Sehingga animo membaca komik kembali terbentuk dengan sendirinya." Ungkap Komikus Asal Kabupaten Bandung. 


"Semoga para penikmat cerita bergambar dapat menikmati hasil karya cipta saya Komik kompilasi 5 penulis dengan 5 illustrator Ukuran B5 Sofcover 60 Hall Fullcolor, Antologi Cergam, Treasure of Nusantara,harga Rp. 90.000,- (Belum termasuk ongkir?),bagi yang berminat bisa langsung menghubungi: Handi Yawany melalui contak person Telp/WA 081394 442138." Pungkasnya. 

Penulis : Handi Raspiyawan

Editor: Lilik Adi Goenawan


close
Info Pasang Iklan