Ada Apa Dengan APH Polda Banten Terkesan Lambat Tangani Kasus Gudang Surya Balaraja

Iklan Semua Halaman

Ada Apa Dengan APH Polda Banten Terkesan Lambat Tangani Kasus Gudang Surya Balaraja

Staff Redaksi
Senin, 18 April 2022


Jurnalis Nusantara Satu | Tangerang,Banten--Berawal dari investigasi gudang ballpress yang diduga illegal di Kawasan Balaraja oleh Pemred www.anekafakta. com bersama Tim Investigasi pada 26 November 2021 yang menghasilkan fitnah terhadap Eva Andriyani. 


Berawal dari Media Online Nasional www.anekafakta.com merilies terkait kejadian tersebut dan puluhan Media lainnya dan yang berhembus adalah berita bohong terkait "Eva Memeras Pengusaha 1 M".


Dari mulai di mintai keterangan oleh Ditreskrimum Polda Banten pada tanggal 24 November 2021 tak pernah ada SP2HP. 


Padahal Kanit Penyidik Unit I INDAG Ditreskrimsus Polda Banten sudah memeriksa meminta keterangan Pemred Aneka Fakta dan Dewan Redaksi Aneka Fakta dan sempat diajak ketemu di salah satu Restoran di kawasan Tangerang. 


"Mas, Tolong bantu,saya baru menjabat tak paham apa apa? Apakah terkait Kasus Gudang Blok F 10 dan E 22." Ujar Kompol Trisno. 


" Ok, saya kasih data dan bukti bahwa Eva Andriyani dan Tim tak terkait dengan PERUSAKAN gudang Blok F10 yang di lakukan oleh Oknum Beacukai, Oknum TNI dan Oknum Wartawan." tegas Dewan Redaksi Aneka Fakta Lilik Adi Goenawan.S.Ag.


Tanggal 24 November 2021 Pemred dan Dewan Redaksi www.anekafakta.com sudah datang dan memberikan klarifikasi terkait Kasus tersebut. 


Ada keterangan dari salah satu wartawan yang mangkal di Polda Banten yang bernama Ayu, yang mau nyatakan bahwa Lilik Adi Goenawan ditahan dan jelas berita itu Hoax. 


Lalu Pemred Aneka Fakta Melaporkan 3 Perwira Aparat Penegak Hukum (APH) Polda Banten keDivisi Profesi Dan Keamanan Biro Provost, Mabes Polri pada tanggal 23 Desember 2021 Nomor : B/411/XII/HUK.12.10./2021/Provos.


Anehnya tanggal 22 Desember 2021 Bidhumas Polda Banten mengeluarkan rilies resmi dan menyatakan Gudang E. 22 adalah illegal dan diadakan gelar perkara tanpa mengundang team investigasi yang di hadiri oleh Kanit 1 Unit INDAG Polda Banten Kompol Trisno yang baru menjabat. 


Dan tepatnya pada tanggal 21 Desember 2021 beberapa Perwira Anggota Paminal Polda Banten meminta keterangan Eva Andriyani padahal Eva bukan anggota Polisi, ternyata dijadikan bahan untuk gelar perkara jelas apapun alasannya itu melanggar SOP. 


Tanggal 23 Desember 2021 Eva Andriyani Melaporkan 3  Oknum Perwira Polri APH Polda Banten dan bukan suatu kebetulan pada tanggal 21 Desember 2021 Rofiq Rahman Hakim Safari Kepala Perwakilan PT. Mega Dwi Makmur membuat Laporan Polisi No : LP/B/489/XII/2021/SPKT III. DITRESKRIMUM/Polda Banten 


Tanggal 24 Desember 2021 turunlah Surat Perintah Penyelidikan Nomor : SP/Lidik/260/XII/Res.1.19/2021/Ditreskrimum


Dengan Dugaan Pasal  369 KUHPidana dan atau Pasal 167 KUHPifana. 


" Menurut saya Laporan Kepala Perwakilan PT. Mega Dwi Makmur itu mengada - ada dan terlalu di paksakan, silahkan cek CCTV pernahkan Eva memasuki Gudang Blok E.22." Tegas Dewan Redaksi Aneka Fakta pada awak media Senin, (18/4/2022) . 


" Sayapun sebagai warga negara yang baik sudah memenuhi undangan Ditreskrimum Polda Banten menghadap Kompol Bambang SBU.,S.H.,dan memberikan kesaksian pada Senin, 24 Januari 2022 beserta Wapimred www.anekafakta.com di ruang Subdit III Jatanras Polda Banten. " Jelas Goenawan. 


Goenawan memaparkan saya punya pertanyaan  untuk Ditreskrimum Polda Banten mengapa terkesan Pelaku Pengerusakan Gudang Blok F10 yang melibatkan Oknum Beacukai, Oknum TNI AL, Oknum Wartawan di kaburkan, jelas mereka bukan Tim Investigasi dari Aneka Fakta. 


"Mengapa Polda Banten sibuk Kriminalisasi Pemred Aneka Fakta seolah sebagai Pemeras Pengusaha  1 Milyar dan yang seharusnya yang di penjarakan puluhan Oknum Beacukai, Oknum TNI AL dan Oknum Wartawan malah di beri Penahanan luar dan kasusnya tak pernah di rilies Bid Humas Polda Banten." Imbuh Goenawan. 


" Rencana Kompol Bambang Kamis, 21 April 2022 tepat Hari Kartini akan gelar perkara, konstruksi hukum sudah selesai nanti akan di kabarkan ke Kuasa Hukum www.anekafakta.com." Kata Udi Jaelani Ketua Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI) melalui voice note Whatsapp pada Eva Andriyani. 


" Jika tidak memenuhi unsur saya berharap di SP3, dan jika terbukti memenuhi unsur kami berhak menanggapi sebagai Penasehat Hukum terlapor." Tegas Udi Jaelani, SH. 


" Saya juga merasa aneh, dari Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Banten tak pernah mengirimkan SP2HP kepada terlapor seolah ada grand desain Eva Seperti Pemeras Pengusaha  1 Milyar. " Pungkas Dewan Redaksi Aneka Fakta. (Team/Red) 


Penulis : Lilik Adi Goenawan, S. Ag

close
Info Pasang Iklan